← Beranda

Tanya Jawab

Apa itu aturan Naegele?

Aturan Naegele adalah metode paling standar untuk menghitung hari perkiraan lahir, ditetapkan oleh dokter kandungan Jerman Franz Karl Naegele pada abad ke-19. Aturan ini dipakai dengan cara yang sama oleh dokter kandungan di seluruh dunia.

Cara menghitung

Rujukan: hari pertama haid terakhir (HPHT, dalam bahasa Inggris LMP)

HPL = HPHT + 280 hari = HPHT + 40 minggu

Lewat kalender: dari HPHT, kurangi 3 bulan lalu tambah 7 hari.

Kenapa 280 hari?

Berasal dari pengamatan statistik bahwa kehamilan rata-rata berlangsung sekitar 40 minggu (280 hari). Angka 280 hari berasumsi:

  • Siklus haid 28 hari (rata-rata)
  • Ovulasi terjadi 14 hari setelah haid dimulai
  • Pembuahan terjadi tak lama setelah ovulasi
  • Durasi kehamilan sebenarnya sekitar 266 hari dari pembuahan

Penghitungan dimulai dari HPHT karena ibu hamil umumnya ingat hari pertama haid terakhirnya, tetapi tidak tahu persis hari ovulasi atau pembuahan.

Seberapa akurat?

Hanya sekitar 5% ibu melahirkan tepat di HPL. Secara statistik:

  • Melahirkan dalam ±1 minggu dari HPL: sekitar 65%
  • Melahirkan dalam ±2 minggu dari HPL: sekitar 90%
  • Persalinan normal: usia kehamilan 37–42 minggu

Artinya, aturan Naegele bukan tanggal pasti, melainkan perkiraan "kira-kira kapan persalinan akan terjadi".

Apa batasannya?

Perkiraan kurang akurat ketika:

  • Siklus haid bukan 28 hari (semakin panjang siklus, semakin mundur HPL)
  • HPHT tidak diingat dengan tepat
  • Kehamilan didapat melalui IVF atau teknik bantu reproduksi lain — tanggal transfer embrio lebih akurat
  • Variabel seperti usia ibu, etnis, jumlah kehamilan sebelumnya

Bagaimana di klinik?

Dokter kandungan menggabungkan aturan Naegele dengan pengukuran USG. Pada awal kehamilan (8–13 minggu), panjang puncak kepala-bokong (CRL) janin sangat berkorelasi dengan usia gestasi, sehingga HPL bisa diperkirakan lebih akurat.

Karena itu, jika HPL dari dokter berbeda dengan kalkulator ini, ikuti tanggal dari dokter.

Tentang kalkulator ini

Kalkulator HPL kami memakai aturan Naegele murni (HPHT + 280 hari, asumsi siklus 28 hari). Pembaruan berikutnya akan mendukung input panjang siklus.